Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Kampus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Maret 2010

Dekan Cup FAI

0 komentar
Dalam rangka menghadapi Rektor Cup, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) UMM menyelenggarakan Dekan Cup (13/3). Kegiatan di buka oleh Dekan FAI, Sunarto di Teras Masjid AR. Fachruddin Lantai 1. Dalam sambutannya, Sunarto berpesan agar mahasiswa FAI bisa meningkatkan kreativitas.
Dalam Rector Cup tahun kemarin, FAI bisa menjadi juara umum III. Perestasi tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk maju ke Rector Cup tahun ini. “Harus berusaha naik ke juara di atasnya,” jelas Sunarto ketika membuka acara.
BEM FAI dalam hal ini bekerja sama dengan Lembaga Semi Otonom (LSO) FAI. Pihak BEM memberikan otoritas penuh untuk menunjuk para juri kepada LSO. Pasalnya, LSO-lah yang menjadi lahan kreativitas mahasiswa FAI. LSO Fagama dalam olah raga, LSO Forum Studi Islam dalam bidang kepenulisan, dan LSO Alif dalam bidang seni dan kaligrafi.
Kegiatan yang bertemakan Gali Potensi, Raih Prestasi Bersama BEM FAI, tersebut disambut hangat oleh mahasiswa FAI. Salah satunya adalah Budi Gunawan. Koordinator Volly tersebut berharap setiap angkatan bisa mengikuti lomba Volly dan lomba-lomba yang lain.
Lomba-lomba yang diselenggarakan ada tiga jenis lomba. Masing-masing olahraga; tennis meja, bola volley dan futsal, Kepenulisan; resensi, artikel, puisi dan esai, seni; nasyid dan kaligrafi. Menurut Ketua BEM FAI, Khairil Anwar, semua jenis lomba tersebut tidak lain hanya untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas mereka. “Para juara yang ada nanti akan diutus ke Rector Cup,” ungkapnya. rjb

Senin, 22 Maret 2010

Fatwa Haram Rokok Perlu dikaji Ulang

0 komentar

Kajian Ilmiah Forsifa FAI

Tersebarnya fatwa haram rokok yang difatwakan oleh PP. Muhammadiyah telah menuai kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Berbagai macam kajian ulang dilakukan oleh para akademisi dan para ulama’ Fikih. Salah satunya Forum Studi Islam Fakultas Agama Islam (Forsifa). Bertempat di Taman Baca depan GKB 1 Forsifa menyelenggarakan kajian dengan tema “Menanggapi Fatwa Haram Rokok” (20/03).
Acara kajian ilmiyah yang dihadiri oleh 15 mahasiswa tersebut menghadirkan Ahda Bina Alfianto, dosen Syari’ah FAI. Mula-mula acara dimulai dengan pembacaan ayat suci al-Quran yang kemudian langsung dilanjutkan ke pembahasan masalah rokok ditinjau dari berbagai aspek. Diskusi ini disambut hangat oleh mahasiswa yang hadir.
Ahda menjelaskan, fatwa haram rokok perlu dikaji kembali. Pasalnya, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Baik dari aspek ekonomi, social, maupun hukum fikih. Nasib para buruh yang bekerja di pabrik rokok juga harus dipertimbangkan. “Walaupun secara pribadi saya setuju bahwa rokok tersebut telah banyak membawa kerusakan pada fisik,” katanya.
Jika dilihat dari aspek hukum Islam, maka setidaknya ada dua macam sumber hukum; sumber hukum yang tidak dipersilisihkan yaitu al-Quran dan al-hadits, dan sumber hokum yang diperselisihkan yaitu qiyas, maslahah mursalah, al-urf, syar’un man qablana dan lainnya.
Menurut Ahda, dalam al-Quran dan al-Hadits tidak ada penjelasan tentang larangan merokok secara langsung. Karena permasalahan rokok memang merupakan permasalahan kontemporer. Tapi para sebagian ulama’ kontemporer menyatakan tidak boleh melihat banyak kerusakan yang diakibatkan oleh rokok. Sebagian yang lain hanya pada mengatkan makruh (dibenci).
Jika melihat fikih prioritas Yusuf Qardhawi, maka rokok bisa haram karena lebih banyak mudharat-nya dari pada mashlahat-nya. Tapi tingkat keharamannya tidak sama dengan haramnya khamer yang jelas-jelas diharamkan dalam al-Quran. “Meninggalkan mafasid (sesuatu yang merusak) lebih didahulukan dari pada mengambil mashaalih (kebaikan),” ungkap Ahda menjelaskan kaidah ushul-nya.
Pita Anjarsari setuju dengan pendapat Ahda. Menurutnya, sebelum mengharamkan secara menyeluruh perlu pertimbangan social ekonomi juga. “Tapi sebisa mungkin dijauhi karena dapat merusak kesehatan,” ujarnya. rjb

Kamis, 18 Maret 2010

Siap Cetak Madzhab Sosial Kritis

0 komentar
Launching SC2 Institute for Culture UMM

Untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa UMM, Institute for Culture (Lembaga Kebudayaan) UMM menyelenggarakan launching Cultural Studies Student Club (SC2) (17/2). Kegiatan yang diselenggarakan di Aula BAU tersebut diikuti oleh kurang lebih 110 mahasiswa. Menurut Arif Budi Wurianto, Kepala Lembaba Kebudayaan UMM, pembentukan club studi tersebut dilarabelakangi oleh sedikitnya karya tulis mahasiswa di bidang seni.
Arif mengatakan, jarangnya proposal di bidang seni dan sosial kritis ke Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) juga menjadi latar belakang didirikannya club studi tersebut. “Banyak juga duta besar yang mengadakan lomba karya tulis di bidang seni dan budaya,” tambahnya. Ia berharap dengan kegiatan teersebut mahasiswa bisa terdorong untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas akademiknya.
Sesuai dengan visinya; mewujudkan mahasiswa cerdas, kritis, dan pemikir lintas disipilin melalui pemikiran studi cultural, maka menurut Arif, denngan kegiatan tersebut diharapkan juga dapat menciptakan sebuah madzhab sosial kritis yang keluar dari UMM. “Pemikir-pemikir besar yang kritis itu kebanyakan muncul dari diskusi-diskusi kecil,” ujarnya.
Pembantu Rektor (PR) III, Joko Widodo, mengaspresiasi terbentuknya SC2 tersebut di UMM. Menurut Joko, selama ini mahasiswa kurang minat dalam bidang seni dan sosial budaya. Bisa dilihat dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lebih banyak kepada PKM Kewirausahaan. “Sementara di bidang seni dan soasial sangat sedikit,” ujarnya dalam sambutannya.
Joko merasa optimis dengan munculnya klub studi ini akan muncul pemikir-pemikir yang kritis di bidang seni dan sosial budaya. “Asalkan ditunjang dengan fasilitas dan komitmen yang kuat, dan saya siap memfasilitasinya,” ucapnya. “Kegiatan ini juga sangat potensial untuk dikembangkan,” tambahnya.
Bagi Kastur Eko, ikut kegiatan kajian dan studi klub seperti ini sudah menjadi tuntutan bagi dirinya. Pasalnya, mahasiswa harus berpikir kritis dan obyektif. “Krtitis terhadap kondisi sosial budaya yang ada di masyarakat saat ini,” ungkapnya. “Ketika saya ditawari untuk ikut saya langsung tertarik, soalnya saya merasa itu sangat bermanfaat,” tambahnya. rjb

HARAP JADI MOTIVATOR SISWA

0 komentar
Lomba untuk SMP dan SMA OLYCON 2010

Bertempat di gedung kuliah bersama (GKB) 1 lantai 4, digelar lomba untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat (6/02). Lomba-lomba tersebut mencakup tiga jenis mata pelajaran; Fisika, Matematika dan Ismuba untuk SMP dan Akuntansi, Fisika, Ismuba dan Matematika. Lomba ini diharapikan dapat memotivasi siswa-siswa dalam meningkatkan kualitas belajarnya. Demikian ungkap Iswahyudi, Guru Fisika SMP Muhammadiyah 1 Surabaya.
Menurut Iswahyudi, The National Olympiad and International Conference (Olycon) yang diselenggarakan saat ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan secara intensif. Pasalnya, kegiatan itu dapat mengetahui sejauh mana kompetensi dan sekolah dalam bersaing dalam kancah nasional. “Saya berharap Olycon ini benar-benar me-nasional dan tidak didominasi oleh sekolah-sekolah Jawa Timur saja,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kukuh Dwi Cahyana mengatakan, Olycon dapat memicu siswa untuk lebih giat belajar. Guru SMP Muhammadiyah 4 Singosari Malang tersebut mendampingi satu siswa SMP dalam lomba Matematika. “Pengiriman siswa ini diharapkan dapat mengetahui kompetensi siswa dan sekolah di bandingkan dengan sekolah-sekolah lain,” ujarnya.
Lomba yang diselenggarakan dalam acara Olycon tersebut mendapat sambutan hangat dari Aditiya Rahmat. Peserta lomba Fisika SMP itu merasa senang karena merasa terlibat langsung dalam lomba tersebut. “Alhamdulillah saya diikutkan, dengan ini saya akan dapat pengalaman dan tambah wawasan,” ujar siswa SMP Muhammadiyah 1 Surabaya tersebut. “Saya sudah persiapan 2 bulan yang lalu,” tambahnya.
Sama halnya dengan Indra Dwi Nugraha, Siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Ia merasa senang dengan adanya lomba ini. “Apalagi setelah masuk babak final, senang sekali,” ujarnya. Pasalnya, Indra mempunyai tekad yang kuad untuk membawa nama baik sekolahnya dalam kancah nasional.
Kegiatan itu mendapat kritik dari Kukuh. Pasalnya, pelaksanaan lomba tidak tepat waktu alias molor. Akibatnya, siswa merasa kendor semangatnya. Dia berharap kekurangan ini perlu diperbaiki untuk Olycon yang akan datang. “Untuk pelayanan saya rasa sudah cukup baik,” katanya. “Saya berharap kegiatan semacam ini terus ditingkatkan,” tambahnya. rjb

MULAI DENGAN SEMANGAT BARU

0 komentar
Refleksi Akhir Tahun (RAT) Forsifa FAI

Forum Studi Islam Fakultas Agama Islam (Forsifa) UMM menyelenggarakan Refleksi Akhir Tahun (RAT) di Aula Masjid AR. Fachruddin lantai I UMM (31/12/09). Kegitan yang bertemakan Go Head ini dilaksanakan bukan hanya untuk merefleksikan inerja organisasi tersebut. “Melihat kembali apa yang telah kita lakukan, kemudian apa yang akan kita lakukan ke depannya,” ungkap ketua pelaksana, Isnainy Iskandar.
Mahasiswi Syari’ah 2008 tersebut berharap forsifa akan lebih maju dengan mengadakan refleksi itu. Baginya, dengan kegiatan itu akan terpikirkan kembali kekurangan-kekurangan Forsifa yang perlu diperbaiki. “supaya para pengurus Forsifa bertambah semangat menjalankan tugasnya, sesuai dengan temanya,”ujarnya.
Menurut Rahma Faricha, Sekretaris Forsifa, kegiatan ini dirancang untuk mengisi momen penting akhir tahun. Pasalnya, akhir tahun merupakan kesempatan yang bagus untuk memperbaiki kembali langkah yang salah selama tahun 2009 lalu. “Introspeksi sekaligus merencanakan langkah baru untuk forsifa di tahun 2010,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Pembantu Dekan (PD) III FAI, Muhammad Syarif menyampaikan, dalam bekerja harus meninggalkan jejak. Menurutnya, generasi penerus akan melihat langkah yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya. “untuk itu jejak yang ditinggalkan juga harus berkualitas,” jelasnya. “Nah dengan merefleksi diri, maka kita akan tahu jejak yang ditinggalkan, tambahnya.
Syarif menegaskan, awal tahun 2010 ini merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki kinerja, khususnya bagi Forsifa. “Kegiatan-kegiatan yang membangun dan membangkitkan kretivitas mahasiswa perlu terus dikembangkan,” katanya. Karena itu, menurutnya, refleksi kali ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Forsifa.
Lebih jauh lagi Syarif menekankan, saat ini Forsifa harus punya mimpi besar, dengan mimpi tersebut usaha dan semangat Forsifa untuk menjadi yang lebih baik akan bertambah. “Jangan bermimpi yang kecil, karena orang yang sukses itu berawal dari mimpi yang besar,”ungkapnya.
Acara yang dihadiri oleh 30 peserta tersebut mendapat tanggapan hangat dari Sulaiman, salah seorang peserta. Menurut mahasiswa Tarbiyah 2007 itu, acara tersebut sangat bermanfaat buat mahasiswa, khususnya anggota Forsifa. Pasalnya, dengan kegiatan semacam itu akan menambah kesadaran mahasiswa untuk meningkatkan kinerja dalam belajarnya,” ungkapnya. “Soalnya dengan refleksi ini diharapkan bisa mengetahui kekurangan yang telah dilakukannya pada hari-hari sebelumnya,” tambahnya.rjb

LULUS, BUKAN AKHIR SEGALANYA

0 komentar
Yudisium FAI

Bertempat di ruang Micro Teaching Tarbiyah, Fakultas Agama Islam (FAI) UMM menggelar Yudisium untuk sepuluh mahasiswa yang akan diwisudah pada akhir Februari (15/2). Sepuluh mahasiswa tersebut masing-masing; 3 mahasiswa Tarbiyah dan 7 mahasiswa Syari’ah. Menurut Sunarto, Dekan FAI, kelulusan bukanlah akhir dari tanggung jawab untuk belajar. “Dengan lulusnya kalian dari FAI UMM maka kalian mempunyai tanggung jawab baru yang lebih berat dari sebelumnya,” pesannya.
Mahasiswa FAI diharapkan ketika berada di tengah-tengah masyarakat bisa menjadi ahli agama dan professional di bidangnya. “Yang Tarbiyah di bidang pendidikan Agama Islamnya, Syari’a dalam hukum Islamnya,” jelas Sunarto. Pasalnya, Pihak fakultas telah memberikan fasilitas untuk mencapai keahlian-keahlian di atas. “Apakah hal itu sudah tergapai atau belum, yang tahu adalah diri masing-masing,” ungkapnya.
Sunarto berharap, mahasiswa FAI yang sudah diwisuda nanti bisa membawa nama baik fakultas di masyarakatnya masing-masing. “Di mana pun anda berada, harus bisa mengangkat nama baik fakultas, kalaupun ada kekurangan langsung di sampaikan ke pihak fakultas langsung,” pintanya.
Menurut Gadi Nur Taufik, Kepala Jurusan Tarbiyah, mahasiswa yang diyudisium berarti ia telah menghadapi ujian skripsi. Dengan ujian tersebut mahasiswa dapat ilmu beru tentang penelitian. “Karena sebelum bimbingan dan ujian skripsi belum tentu dia memahami secara benar seluk beluk penelitian,” ujarnya. Ia menambahkan, semua mahasiswa yang akan diwisuda tersebut nanti wajib ikut pembekalan kewirausahaan dan tes toefl. “Semua itu untuk kepentingan mahasiswa sendiri,” katanya.
Pradana Boy, Kajur Syari’ah FAI menegaskan, kelulusan bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak tugas yang harus dikerjakan seorang mahasiswa setelah lulus. “Karena sebenarnya pasca lulus itulah yang menentukan diri kita,” ucapnya. Ia menyarankan untuk memanfaatkan studi lanjut. “Banyak sekali peluang beasiswa S2, tergantung apakah mau mencari atau tidak,” ungkapnya.
Acara Yudisium tersebut disambut senang oleh Muhammad Fajar. Mahasiswa Syariah itu merasa bahagia karena telah bisa menunaikan tugasnya di kampus. Kebanggaannya tersebut mendorongnya untuk mengadakan syukuran di kosnya. “Nanti saya akan mengundang teman-teman, ya acaranya semacam syukuran gitu,” ucapnya. rjb

CIPTAKAN INSPIRASI PARA GURU

0 komentar
Seminar Pendidikan HMJ Tarbiyah FAI UMM

Untuk membekali para calon guru, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah menyelenggarakan seminar yang bertemakan Sejuta Insiprasi dalam Mengembangkan Media dan Metode Pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BAU UMM (27/12) dengan dihadiri 160 peserta dari berbagai fakultas termasuk juga para guru. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para guru dan calon guru dalam mengembangkan teknologi pembelajaran,” jelas Ramanda, Ketua HMJ Tarbiyah.
Acara tersebut mendapat dukungan penuh dari Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Agama Islam (FAI) UMM, Muhammad Syarif baik materil maupun non materil. Dalam sambutannya, Syarif menyampaikan, ia akan mendukung semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa FAI selama kegiatan itu mendatangkan manfaat. “Saya akan men-support dananya walaupun tidak penuh,” ujarnya.
Terkait dengan tema yang diangkat dalam acara itu, Syarif sangat sepakat. Pasalnya, mahasiswa Tarbiyah khususnya dan mahasiswa UMM pada umumnya merupakan calon-calon guru di masa mendatang. Dia berharap dengan kegiatan itu, para calon guru lebih bisa mempersipakan metode yang inovatif dalam menggunakan media dan metode pembelajaran. “Juga metode-metode yang dikembangkan harus professional,” tegasnya.
Menurut Nasir, ketua pelaksana seminar tersebut, kegiatan tersebut diadakan atas dasar kondisi sarjana yang banyak menganggur. Mahasiswa tarbiyah semester 3 tersebut menekankan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan itu, untuk membekali para mahasiswa khususnya calon guru inspirasi baru dalam mengajar. “Juga untuk mengimbangi perkembanngan teknologi khususnya teknologi informasi,” jelasnya.
Kegiatan yang dimoderatori Mantan Ketua BEM-UMM, Rahmadani Al-Barauwi tersebut diisi oleh pemateri, Wahono dan Arif Budi Wurianto. Dalam materinya, Wahono menekankan penggunaan teknologi infrormasi, seperti komputer, internet dalam media pembelajaran. “Tapi para guru tidak boleh bergantung penuh terhadap teknologi,” jelasnya. “Harus sesuai kebutuhan,” tambahnya. Pasalnya, menurut Dosen Media Pembelajaran Tarbiyah tersebut, sifat dasar teknologi adalah netral. “jadi tergantung penggunanya,” tegasnya.
Sementara Arif Budianto menekankan dalam materinya, media dan metode terbaik dalam pembelajaran adalah yang relevan dengan situasi dan kondisi. “Untuk itu para guru dituntut untuk kreatif dalam mengembangkan media dan metode pembelajaran,” ucapnya.
Berbagai tanggapan muncul dari para peserta terhadap kegiatan tersebut. Misalnya, menurut Karinah Endah, Mahasiswa salah satu universitas di Malang mengatakan, kegiatan tersebut sangat cocok untuk para guru. Pasalnya, dengan kegiatan tersebut guru akan mempunyai gambaran untuk menciptakan inovasi-inovasi dalam pembelajaran. “Ini kan dapat menghilangkan kejenuhan siswa di kelas,” ungkapnya. Sama halnya dengan Hudzaifah, mahasiswa Biologi UMM mengatakan, “saya bersyukur dengan mengikuti kegiatan ini, karena kebetulan juga ada tugas kuliah untuk menciptakan media pembelajaran,” ujarnya. rjb

Followers

 

Bersama Membangun Bangsa. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com